Polusi merupakan masalah terbesar dalaam setiap perindustrian di indonesia. Dalam hal ini memang menjadi dampak negatif terutama dalam hal pariwisata. Bearagam proyek maupun perusahaan yang menghasilkan limbah kotor membuat beberapa usaha wisata gulung tikar. Cobtohnya di daerah perkotaan. Walaupun beberapa teempat wisata seperti sungai sudah ditata oleh pemerintah namun tetap saja limbah limbah itu sudah menjadi point negatif terhadap kedatangan wisatawan di bali. Dalam hal pelestarian pemerintah sudah mulai memberikan penyuluhan bagi perusahaan nakal maupun industri yang menghasilkan limbah tersebut. Selain itu pemerintah juga sudah melakukan tindakan pencegahan atau penyebarah limbah dengan memberikan beberapa teknologi dan sudah disematkan di beberapa titik. Selain itu polusi juga semakin mengurangi minat datang wisatawan pada tenpat tempat wisata yang sudaah terkenal seperti kuta. Kuta sufah dikenal sebagai pantainya yang indah dan memiliki ombak yang cocok untuk bermain surfing namun belakangan terjadi permasalahan limbah yang terus menerus mengotori pantai kuta. Masyarakat pun turun tangan dalam mengatasi hal ini dibantu peemerintah, masyarakat kuta selaalu memonitor kebersihan pantai dan wisatawan yang datang pun ikut serta dalam proses pembersihan tersebut. Polusi atau limbah yang dihadilkan memang berasal dari pperusahaan perusahaan besar. pemmerintah juga sedang mencari jalan keluar dengan tetap mementingkan pihak perusahaan tersebut karna memang perusahaan juga mengambil andil positif dalam hal penampungan pekerja yang mana hal itu membuat pemerataan pekerjaan. Pariwisata memang kerap dijadikan korban karena memang lingkupnya yang berada ditengah tengah masyarakat namun hal ini harus kita mengerti jika kita memang hidup di daerah pariwisata setidaknya generasi millenial bisa memulai dengan mrngajak sesama dan tentunya bersama sama atau berkelompok. Seperti halnya yang dilakukan organisasi malu dong buang sampah sembarangan dengan di awasi oleh beberapa orang yang ahli dibidang alam organisasi malu dong buang sampah mengajak kaum milrnial dab generasi z untuk bersama sama menjaga kebersihan dimanapun kita berada seperti ketika naik gunung, kamping,trekking dan yang lainnya. Walaupun terlihat melelahkan namun itu semua mereka lakukan didasari atas hobby tersendiri dan tentunya setiap kegiataj diawasi oleh berbagai pihak termasuk pemerintah. Hal ini pun bisa digunakan sebagai awal untuk meembersihkan bali dari polusi fan limbah. Selain itu penggunaan kendaraan ramah lingkungan juga perlu dan nyatanya beberapa hotel atau villa sudah menggunakan kendaraan berupa boggie yang merupaakan kendaraan listrik walaupun memang kendaraan listrik saat ini belum di setujui atau di dukung penuh olrh pemerintah karena pajak yang diberikan madih terlalu tinggi. Kendaraan listrik pun perlu digunakan olrh para pelaku udaha wisata perjalanan disamping lebih hemat kendaraan listrik juga lebih ramah lingkungan namun tugas berat yang harus dilakukan pemerintah adalah pemerataan charging spot untuk kendaraan jenis listrik tersebut. Selain itu pemerintah juga harus mengurangi pajak mobil listrik agar harga yang ditawarkan lebih bersahabat. Jika dilihat secara tradisional bali sendiri sebenarnya memiliki sistem gotong royong yang unik namun sudah mulai ditinggalkan sistem ini sebenarnya bagus karena meningkatkan jiwa sosial dan sampah sampah yang dikumpulkan pun diolah kembali namun adanya tukang sampah dan berbagai macam cleaning service membuat budaya ini semakin ditinggalkan. Kita sebagai generasi millenial harus mulai menjaga dan melestarikan setiap aset wisata yang kita miliki dalam hal ini kita juga perlu memahami terlebih dahulu apa saja yang harus kita lakukan dan kita juga harus bisa memberikan contoh terhadap generasi yang lainnya dan diharapkan contoh baik ini terus terjaga dan terus fiikuti oleh generasi ke generasi. Selain itu penggunaan sistrm tradisional juga bukan hal yang salah walaupun terlihat kuno kita harus bisa lebih mengkreasikannya dan tentynya jika hal ini memang harus di tunda atau di kurangi setidaknya kita tidak lupa akan budaya ini. Selain itu kembali ke industri wisata, pelaku usaha juga harus senantiasa mengajak rekan rekannya untuk selalu mrnjaga kebersihan tempat wisata agar kedepannya tidak hanya kenangan bali akan menjadi favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara